Postingan

Tugas Membuat Novel

Gambar
  Tugas Membuat Novel Farhatunissa Ananda Hendrawan 08 XII MIPA 10 Tema : Perjuangan, Keluarga, Persahabatan Judul : Jiwa Sang Pemimpi Tokoh : -      Riona -           Brina -           Gynna -           Ayah Rionna -           Ibu Rionna -           Bu Karen Alur : Alur Maju Latar/Setting : - Latar tempat : Sekolah, Rumah Riona, Rumah pohon, Rumah Sakit                         - Latar Waktu : Pagi hari, siang hari, malam hari                         - Latar Suasana : Sedih, kecewa, m...

Teks Kritik dan Esai Farhatunissa A H 08 XII MIPA 10

Gambar
  Farhatunissa Ananda H 08 XII MIPA 10   Teks Kritik Novel                 147 letters adalah buku terbitan Pastel Books yang ditulis oleh Achi TM. Buku ini menceritakan tentang kisah cinta antara Tania anak lugu nan manis dengan Remi anak pindahan dari Jakarta yang tengil tetapi banyak disukai para cewe di sekolah. Ini adalah kisah cinta remaja yang pahit manis diselingi humor dari setiap karakternya yang unik.               Tania, anak 17 tahun asli Bandung yang lugu, tidak tau menau tentang teknologi, tidak update social media, tetapi paras nya yang cantik mengalahkan itu semua. Sementara si anak baru, Remi. Anak yang trendy, stylish , dan update , tapi sayangnya sikap tengilnya yang membuat Tania dan Remi sering sekali beradu mulut, tidak pernah akur seperti kucing dan anjing. Tania hanya tinggal bersama Kakek, Nenek...

Teks Editorial

Gambar
                   Nama : Farhatunissa Ananda Hendrawan                    Kelas : XII MIPA 10                    No : 8  

Teks Cerita Sejarah

Gambar
  Farhatunissa Ananda Hendrawan 08 XII MIPA 10   Untuk Para Perempuan Indonesia     13 Agustus 1902, Nyi Mas Siti Djariah melahirkan seorang anak perempuan. Dari pagi hingga ke pagi lagi, bayi ini rasanya belum mau keluar dari perut ibunya. Nyi Mas sudah hampir menyerah, tinggal menunggu di panggil Sang pencipta katanya. Tidak lama terdengar segerombolan bidadari penyelamat, Bu Ayu, Bu Cahyati, Kak Hapsari, Bu Kasmirah, dan Kak Rahayu, dengan peralatan medis seadanya, mereka merobek perut ibu ku, darah sudah mewarnai tangan-tangan wanita hebat itu, dan akhirnya aku pun lahir, Emma Rachmatu’ullahadiah Poeradiredja.             Dari lahir pun aku sudah diselamatkan oleh perempuan-perempuan hebat. Masa kecil ku pun begitu, aku dikelilingi oleh banyak perempuan, sayangnya tidak semua dari mereka bisa mendapat kesempatan yang besar. “Perempuan bisanya apa memang? Kerjaan kalian it...